Error Flash Disk: "I/O operation on \Device\Harddisk\DR0 was not completed"
Masalah error I/O Operation Not Completed sering menimpa media penyimpanan eksternal macam flash disk (FD) dan hard disk (HDD) external. Pesan error ini bisa bermacam-macam tapi formatnya serupa. Misalnya saja:
* The specified I/O operation on
\Device\Harddisk\DR0 was not completed before the time-out period
expired.
* The specified I/O operation on
\Device\Harddisk1\DR13 was not completed before the time-out period
expired.

Cegah Pencuri Data Dengan Melumpuhkan USB
Komputer modern kini memakai USB port untuk bertukar informasi melewati hard disk eksternal, flash disk, atau memory card. Tapi jika komputer kamu berisi informasi yang sensitif yang tidak boleh dicopy orang lain, USB port ibarat pintu yang terbuka untuk maling. Selain itu, USB port pun bisa mengundang virus karena jika sembarangan dicolok flashdisk bervirus, virus akan bermigrasi ke dalam komputer kamu. Tak ada cara lain kecuali melumpuhkan USB port kamu. Berikut caranya....
**************
- Masuk ke dalam BIOS
- Cari menu dengan opsi untuk menyalakan dan mematikan USB port.
- Pastikan semua USB and Legacy USB Support di-off-kan
- Save dan exit.
- Reboot.
Tips Memperbaiki USB 3.0
USB 3.0 masih tergolong teknologi baru. Kelebihannya dalam hal kecepatan
membuatnya disukai banyak pengguna. Sayangnya USB 3.0 sering berulah.
Kadang kala, device USB 3.0 tidak terbaca dan install ulang driver pun
sering terbentur error. Berikut cara membetulkan error itu:
FASE PENGECEKAN
****************
Sering karena kecerobohan, peralatan kita tidak berfungsi. Jadi sebelum
lompat ke fase Perbaikan, ada baiknya dicek dahulu dengan metode simpel
berikut:
1. Ketik devmgmt.msc di kolom Search Windows. Uninstall semua peralatan
USB (terutama yang memiliki tanda seru kuning kecil) dan root hub.
Setelah itu, klik Scan For Hardware Changes dari menu Action.
| Click this bar to view the full image. |

Tes Kecepatan USB Device
Zaman modern ini, hampir semua orang punya minimal satu USB device, baik
itu flash disk atau HDD eksternal. Alat itu biasanya dibangun dengan
support USB 2.0 atau 3.0. Secara teknis, tiap tipe USB memang punya
batas kecepatan untuk menulis dan membaca. Tapi faktanya, merek juga
berpengaruh jika berbicara soal daya transfer. Bahkan besaran file juga
mempengaruhi cepat atau lambatnya transfer. Jadi bagaimana kita bisa
tahu batas asli kecepatan transfer USB device? Atau mungkin kamu punya
flashdisk lama dan penasaran apakah alat USB kamu itu masih bisa dipakai
atau tidak?

Tingkatkan Performa USB
Pernahkah kamu merasakan USB device kamu (flash disk, harddisk
eksternal, dll) berjalan dengan lambat? Kecepatan transfer-nya
sepertinya lebih rendah dari spesifikasi seharusnya. Kamu mungkin harus
mencoba fitur Write Caching. Fitur ini bekerja dengan cara menyimpan
file yang mau dicopy ke dalam cache di seksi cepat RAM dan kemudian baru
dikirim ke memory alat USB (flash disk, dkk) yang lebih lambat.
Trik HDD Terbaca di Windows & Mac OS
Banyak produsen harddisk eksternal memasang embel-embel: "compatible
with Windows & Mac OS" untuk produknya, seolah harddisk yang sama
bisa dipakai bergantian pada Windows dan Mac OS. Kalimat itu hanya iklan
semata karena menyesatkan. Pengguna harus mensetting harddisk itu
secara manual!
Mayoritas HDD dijual dalam format NTFS yang didisain untuk PC Windows
saja. Mac membaca dan menulis file dalam format berbeda: HFS+. Jelas
saja HDD yang diformat di Windows/Mac OS tidak akan bisa dipakai di
platform yang berbeda. Tapi Windows dan Mac OS sama-sama bisa membaca
format FAT32.
TIGA MACAM SISTEM FILE
*************************
FAT32 (File Allocation Table)
- Natively read/write FAT32 on Windows and Mac OS X.
- Maximum file size: 4GB
- Maximum volume size: 2TB
NTFS (Windows NT File System)
- Natively read/write NTFS on Windows. - Read-only NTFS on Mac OS X
- Native NTFS support can be enabled in Snow Leopard and above but has proven instable.
- Maximum file size: 16 TB
- Maximum volume size: 256TB
HFS+ (Hierarchical File System, aka Mac OS Extended)
- Natively read/write HFS+ on Mac OS X
- Required for Time Machine
- Maximum file size: 8EiB
- Maximum volume size: 8EiB
Kapasitas Hard Disk Tidak Sesuai Kemasan ???
Ini masalah klasik yang dihadapi pengguna komputer awam saat membeli storage media macam hard disk, memory card, flashdisk, dll. Tak peduli mereknya, kapasitas yang dibeli selalu terpotong. Misalnya, kalau kamu membeli hard disk 1TB, pastinya hanya akan terbaca
sekitar 931 GB. Kenapa terpotong? Ke manakah sisa 69 GB itu? Apakah ini penipuan? TIDAK! Semua disebabkan gara2 perbedaan perhitungan bytes antara produsen dan komputer. Begini...
| Gara-gara perbedaan basis inilah, hard disk kamu terasa berkurang kapasitasnya |
Flash Disk KEBAL VIRUS (2)
Kemarin saya berbagi tips soal cara membuat flashdisk kebal dari virus. Cara itu memang ribet. Mungkin tidak semua orang bisa memahaminya. Jadi saya berbagai tips alternatif.
Mayoritas virus menginfeksi storage device macam flash disk, harddisk eksternal, memory card dengan menanamkan file autorun.inf. Dengan file ini, virus bisa otomatis dibangunkan begitu device kamu dibaca komputer. Logikanya, kalo file itu bisa diamankan, tentu virus tidak akan bisa berjalan bukan? Nah, berikut caranya:
| Virus: "Ada flashdisk nganggur. Sepertinya enak nih." |
Flash Disk KEBAL VIRUS (1)
Flashdisk kebal virus? Terdengar mustahil? Sebenarnya tidak. Caranya agak ribet tapi terasa gampang begitu kamu paham. Cara ini bisa juga dipakai untuk storage device lain macam memory card dan hard disk eksternal.
| Virus: "Kami gak diundang masuk? Gak sopan!" |
1. Format device dengan system NTFS
2. Buat folder untuk data, sebut saja namanya Data. Jadikan akses root direktori untuk user Everyone sebagai Read Only.
3. Buat file text di dalam folder Data dan rename menjadi Data.EXE. Set setting security-nya menjadi Deny All untuk user Everyone. Cara ini bisa dikatakan membuat virus palsu untuk melawan virus asli.
4. Klaim ownership dari device kamu, mirip cara mengamankan tabel dalam database. Buang semua hak akses, termasuk hak akses untuk user System. Kamu bisa menemukan fitur akses dari Computer, lalu klik-kanan pada drive letter device kamu dan pilih Properties.
Atasi Masalah Write-Protect
Fitur write-protect sudah mulai dikenal sejak diluncurkannya floppy disk. Kala itu, fitur itu diperuntukkan untuk pengamanan data dari penghapusan dan editan. Seiring dengan kemajuan zaman, fitur itu mulai terlupakan tapi memorycard masih membawa fitur itu. Bahkan beberapa flashdisk juga dibuat dengan fitur write protect. Produsen memory card, flash disk, hard disk yang sengaja merancang barangnya dengan fitur write-protect, pasti memasang switch yang bisa didorong naik turun untuk mengganti status: write-protect dan not-write-protect. Masalahnya, kadang ada storage device yang tidak membawa fitur itu tapi mendadak terkunci karena suatu hal. Jangan cemas! Saya punya solusinya.
| Write-protect ??? |
D:/ Is Not Accessible. An I/O Device Error
Flash disk kadang bisa memberikan error seperti: "D:/ is not accessible. an I/O device error" Hal ini bisa terjadi kapan saja. Dan bisa menimpa USB device lain seperti memory card dan hard disk eksternal. Sebelum kamu buru-buru memvonis bahwa storage device USB kamu harus diganti, ikuti langkah2 berikut:
Transfer Rate Hard Disk Eksternal Lemot ?
Hard disk eksternal kini sudah menjadi kebutuhan sehari-hari, bagaikan flash disk raksasa. Banyak pengguna komputer menyimpan data mereka di sana. Tapi apa yang terjadi saat hard drive eksternal mendadak lemot sekali? Saat melakukan copy file atau transfer dari dan/atau ke hard disk itu lambat sekali. Tentu hal ini bisa menjengkelkan, apalagi kalau file itu ternyata besar dan kamu tidak punya banyak waktu.
Ada beberapa solusi yang bisa kamu coba. Perlu diketahui bahwa cara di bawah juga bisa dipakai untuk flash disk, memory card, dkk asalkan dicolok lewat USB:
Drive Eksternal Tak Terdeteksi? Konflik Drive Letter!
Sebuah drive eksternal (flash disk, memory card, hard disk portable, dkk) kadang mengalami error saat dipasang ke komputer. Lampu indikasi power menyala tapi drive itu tidak muncul dalam daftar drive di My Computer. Kalau kamu yakin drive kamu tidak rusak, penyebabnya mungkin dikarenakan adanya konflik drive letter.
